Cerita Haji Amin Pamer Saldo Rp 500 Triliun, Ternyata untuk Jebak Mafia Barang Antik Pedang Samurai

BANJARMASIN – Belakangan video seorang pria asal Kalimantan Selatan yang memamerkan saldo tabungan sebesar Rp 500 triliun mendadak viral di media sosial.

Pria yang akrab disapa Haji Amin ini diketahui merupakan warga Komplek Alam Sutra, Jalan Mantuil, Kota Banjarmasin. Amin mengaku tak menyangka video yang dibuatnya justru diviralkan oleh kelompok yang ia sebut mafia barang antik.

Dari keterangan Amin video tersebut ia buat sebenarnya untuk meyakinkan pemilik barang antik samurai agar menemuinya di sebuah hotel di Bekasi, Jawa Barat.

Si pemilik samurai itu sebelumnya memintanya untuk membuktikan bahwa ia punya cukup dana untuk membeli samurai tiga tombol senilai Rp 450 triliun. Kemudian ia meminta bantuan beberapa orang yang ditemui di hotel agar membantu bikin video beserta kertas bertuliskan nominal Rp 500 triliun.

Meski sudah membuat video, Haji Amin tetap kena tipu mafia pedang Samurai, justru video yang ia buat malah diviralkan oleh mereka (mafia). “Saya yang rugi, tapi saya diam saja. Kerugian kurang lebih Rp 30 jutaan, sama transportasi, kasih yang nungguin. Barangnya enggak ada, dijanjikan saja. Saya kira betul, ternyata enggak ada. Kalau misalnya ada, saya bisa menego lagi. Tiga tombol (Samurai) itu Rp 450 triliun. Satu tombol Rp 150 triliun,” kata Amin.

Akibat kehebohan ini, Amin sudah dimintai klarifikasi oleh petugas Ditreskrimsus Polda Kalimantan Selatan. Kepolisian pun akhirnya menutup kasus tersebut. Perihal pemeriksaan dari PPATK, Amin tidak tahu-menahu. “Enggak pernah transaksi kami, dan saya belum bisa apa-apa lagi. Saya kurang tahu,” ujarnya.

Belakangan Amin juga sudah tahu pola yang dipakai mafia barang antik untuk mengelabuhi calon pembeli, seperti yang orang mengaku punya samurai tersebut.

Baca Juga :  Renovasi Ruang Guru SMAN 5 Cirebon

“Misalkan ini saya punya samurai, ayo siapa mediator yang mau ngongkosin saya. Geser ke sini, geser ke situ membawa ke yang bayar. Jadi masyarakat yang kurang tahu itu ketipu, kadang 20 (juta), 50 (juta), ada yang sampai jual mobil,” tandasnya. (*)

 

 

You May Also Like

About the Author: Falcon-13