Gegara Main Game, Pria Ini Alami Kebutaan Permanen

Gegara Main Game, Pria Ini Alami Kebutaan Permanen
Januari Ali alias Rahmad alami kebutaan permanen gegara bermain game (Ragil74/detiknusantara)

PEMALANG ,- Permainan game merupakan satu aplikasi yang terdapat di dalam piranti komouter dan android yang sangat di gandrungi oleh kebanyakan orang di mana saja.

Berbagai permainan mengasyikan orang tinggal meng-klik, maka berbagai menu permainan Glgame dapat dinikmati. Namun keasyikan bermain Game di perangkat elektronik, terkadang dapat membahayakan bagi para penggunanya.

Januari Ali alias Rahnad Hidayatullah ( 32) lelaki asal Kampung Kadu Belang , Kecamatan/Kabupaten Pandeglang, Banten, mengalami kebutaan permanen akibat selama beberapa hari main game tanpa henti

Peristiwa itu terjadi pada sepuluh tahun silam, waktu itu dirinya masih bekerja di sebuah pabrik yang ada di Jakarta.

Rahmad,  begitu dia biasa dipanggil, saat ini berdomisili di Desa Pedurungan, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Jawa tengah.

Bapak dua orang anak ini menuturkan kisah pilunya kepada detiknusantara, saat bertemu di sebuah warung angkringan dekat kantor DPU Pemalang, Kamis (13/10/2022 ).

Sambil minum dan menikmati rokoknya, Rahmad berkisah,  pertama kali mengalami kejadian itu tahun 2012 silam. “Saat itu sekitar bulan Maret kalau ngga salah mas,” tuturnya.

“Karena libur ngga ada kerjaan saya di warnet main game selama empat hari, dalam kondisi gelap di ruangan Warnet, tiba – tiba pada hari ke – empat saya main game, mata saya gelap tidak bisa melihat, rasanya pandangan berputar semua,” bebernya.

Lalu, sambil sempoyongan akhirnya dia pulang ke rumahnya di Tegal Alur Jakarta. Kemudian esok harinya dengan di antar oleh temanya , dia memeriksakan matanya di rumah sakit Cengkareng, Jakarta Barat.

Hasil pemeriksaan matanya sungguh mengagetkan dirinya, dia mengalami kebutaan permanen sampai sekarang. Berbagai pengobatan ditempuh, namun  belum juga membuahkan hasil sampai saat ini.

Baca Juga :  Aktivis HMI Soroti Adanya Ketimpangan Pemerataan Pembangunan Infrastruktur di Langkat

Kini Rahmad hanya bisa menyesal, akan tetapi dia tidak putus asa dalam mengarungi kehidupannya. Bersama istri dan dua orang anaknya , kini dia tinggal di Pedurungan, Taman, Pemalang.

Untuk memenuhi kebutuhan nafkah keluarganya, setiap hari dia berjualan kerupuk goreng, dengan berkeliling di jalanan menjajakan dagangannya

“Kalau lagi ramai saya dapat upah 100 ribu mas, kalau lagi sepi 60 ribuan, bahkan kadangkala ya ngga dapat duit sama sekali,” ujar Rahmad. (Ragil74).

error: