Manusia Silver Purwokerto Disinyalir Ada yang Hijrah ke Pemalang

Manusia Silver Purwokerto Disinyalir Ada yang Hijrah ke Pemalang

 

PEMALANG – Berbagai macam cara orang melakukan pekerjaan, demi mendapatkan penghasilan. Bahkan, terkadang cara yang unik dan tak lazim di tempuh seseorang karena sulitnya mendapatkan pekerjaan

Kali ini awak media berhasil mewawancarai seorang warga yang melakukan pekerjaan, dengan resiko kesehatan yang selalu mengintip kerawanan pada tubuhnya.

DW  seorang lelaki berumur 25 tahun , seorang warga asal Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, hampir setiap hari melumuri sekujur tubuhnya dengan cat minyak. Cairan yang semestinya buat mengecat kayu atau besi, akan tetapi demi mencari nafka,  DN bapak satu anak ini, rela dirinya menahan panas nya cat minyak yang melumuri tubuhnya, selama ber jam – jam , ditambah sengatan matahari yang membakar aspal jalan tempat dirinya , mengais rejeki.

Ditemui di Pos Polisi Siandu , depan stadion olahraga Mochtar Pemalang, Minggu ( 9/10/2022 ), saat sedang mengecat seluruh tubuhnya dengan minyak cat berwarna silver, sehingga banyak orang menamai dirinya  ‘Manusia Silver’layaknya seperti Alien di film – film fiksi.

“Saya ngamen dengan mengecat seluruh tubuh , yang saya rasakan ya panas” katanya membuka percakapan dengan awak media.

“Untuk mengurangi rasa panas, saya campuri satu kaleng cat minyak ukuran tanggung separo minyak sayur di campurkan dengan separuh cat minyak mas ” kata DN lebih lanjut.

Ketika di ambil videonya dirinya keberatan, ” jangan mas kalau mau ambil poto saja, sebab sudah banyak media yang memberitakan tentang saya ( manusia silver ) cuma buat konten saja, akan tetapi tidak lanjut menyelesaikan permasalah, orang orang seperti saya yang mengais rejeki di jalan, tak pernah ada bantuan apa – apa ” keluh nya.

DN merantau ke Pemalang dengan menjadi sebagai  karena di Purwokerto sudah banyak saingannya,” kalau di Pemalang tidak terlalu banyak,” akunya

Baca Juga :  Walikota Subulussalam Didampingi Wakil Walikota Serahkan Bantuan Korban Banjir

Padahal,  keberadaan manusia silver di Purwokerto sendiri sudah dilarang sesuai Perda yang mengaturnya

Selama mengamen di jalanan Pemalang, dirinya berpindah – pindah tempat, melihat sepi -ramai nya orang yang menaruh belas kasihan kepadanya.

“Saya tidak pernah memaksa pengendara yang berhenti di lampu merah, untuk memberi uang, di kasih ya Alhamdulillah tidak dikasih ngga apa – apa namanya rejeki pasti ada,” ungkapnya.

Manusia Silver Purwokerto Disinyalir Ada yang Hijrah ke Pemalang

DN mengaku selama mengamen menjadi Manusia Silver, sehari bisa mendapatkan uang antara Rp 100 – 150 ribu, buat makan rokok dirinya sisanya bisa di tabungkan, untuk di bawa Pulang.

“Saya punya anak perempuan 9 tahun mas 1 anak , biarkan saya begini tak tempuh bekerja begini, tidur juga di emperan toko kalau malam, semuanya demi anak perempuan saya, satu minggu saya pulang ke Purwokerto,” tuturnya lirih.

DN sang manusia Silver berpamitan mau memulai mencari nafkah di Lampu merah, dirinya berharap masih banyak orang – orang baik yang berbelas kasihan kepadanya, cuman uang recehan yang dia harapkan dari para pengendara kendaraan yang berhenti di lampu merah.

Dari DN kita belajar banyak tentang sebuah cerita sakit, sakit Seluruh tubuhnya di lumuri dengan cat minyak yang berasa panas, dan sakit hati nya kenapa jalan hidup yang dia terima harus seperti ini. (Ragil74).

error: