Polemik SDN Gesikan Purworejo Kian Membuat Warga Kecewa

Mediasi Selalu Gagal

Polemik SDN Gesikan Purworejo Kian Membuat Warga Kecewa
Proses mediasi, Rabu (19/10/2022)

PURWOREJO – Sosialisasi Anak Tidak Sekolah yang diselenggarakan oleh Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Purworejo di Desa Gesikan Kecamatan Kemiri bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan akan pentingnya pendidikan formal atau sekolah bagi anak-anak usia sekolah.

Sosialisasi dilakukan dalam rangka tindak lanjut program regroping sekolah dari Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Purworejo terhadap SDN Gesikan yang hingga kini masih mendapatkan penolakan dari warga masyarakat Gesikan.pada hari Rabu (19/10/2022) bertempat di ruang kelas SDN Gesikan

Hadir dalam acara sosialisasi Sekdin Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Purworejo, Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, Dinas Perlindungan Perempuan dan anak kabupaten Purworejo, Camat Kemiri, Dinaskertrans, Dinas Kesehatan, Orang tua murid serta LSM Tamperak DPC Purworejo selaku pendampingan masyarakat  Gesikan.

Dalam sambutannya Camat Kemiri , Taufik mengajak kepada masyarakat dan orang tua murid untuk segera menyekolahkan anak ke sekolah resmi atau sekolah yang dituju dari regroping.

Namun belum usai camat berbicara sudah mendapat bantahan dari semua warga yang hadir. “Pak Camat kalau tidak tahu jangan ikut campur permasalahan ini,” ungkap salah satu warga masyarakat.dan sontak suasana menjadi memanas.

Polemik SDN Gesikan Purworejo Kian Membuat Warga Kecewa
Murid SDN Gesikan

Seperti diketahui bahwa masyarakat Gesikan selama ini menolak keras program regroping sekolah yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo dan
masyarakat berharap SDN Gesikan segera bisa dibuka kembali.

Acara sosialisasi anak tidak sekolah yang direncanakan menjadi kacau, tidak berjalan sesuai rencana dan berubah menjadi debat seputar regroping sekolah.

Reko, Anggota DPRD  Purworejo dari Fraksi PKS dalam sambutannya juga mendapat penolakan warga. Bahkan Reko sempat menanyakan kepada Sumakmun Ketua LSM TAMPERAK selaku pendampingan dengan pertanyaan “Apakah saudara warga desa Gesikan?” Yang mendapat jawaban sengit dari warga Desa Gesikan. “Pak Makmun sebagai Kuasa kami Pak,” ujar Bagiyo warga Gesikan

Baca Juga :  Indahnya Kebersamaan Ramadhan, Satlantas Polres Situbondo Gandeng Komunitas Tionghoa dan Jeepres Bagikan Ribuan Takjil

Sambutan yang disampaikan Sekdin Pendidikan dan Kebudayaan seputar aturan dan prosedur regroping sekolah pun tidak mendapat respon yang baik dari warga masyarakat Gesikan.

Hingga acara berakhir tidak mencapai kesepakatan tentang sengketa regroping sekolah bahkan sebagai ungkapan rasa kesal dan kecewa sebagian wali murid yang hadir mengembalikan tas dan buku yang telah diberikan oleh dinas pendidikan dan dinas perlindungan perempuan dan anak Kabupaten Purworejo.

“Kami tidak butuh pancingan ini,” ketus warga sambil mengembalikan tas dan buku. (Alx)

error: