Mahasiswa INAIS Bogor Rubah Limbah Plastik Jadi Samblok

Mahasiswa INAIS Bogor Rubah Limbah Plastik Jadi Samblok

BOGOR – Permasalahan sampah plastik masih menjadi perhatian cukup besar di kancah nasional maupun internasional, terutama dari sampah plastik kemasan yang tidak bisa di daur ulang, sehingga inovasi yang kreatif merupakan salah satu cara agar sampah plastik bisa diatasi.

Permasalahan ini tentu sangat perlu di atasi mengingat perkembangan di setiap daerah sangat tinggi dalam penggunaan bahan kemasan produk dari plastik.

Terdapat program duta inovasi desa yang diinisiasi oleh Bappeda Litbang Kabupaten Bogor sebagai respon positif untuk meningkatkan, mewadahi dan mengapresiasi inovasi daerah kabupaten bogor.

Duta Inovasi Desa ini merupakan salah satu langkah pemerintah kabupetan bogor dalam rangka meningkatkan dan mendorong budaya inovasi masyarakat desa.

Mahasiswa/I INAIS Bogor turut andil menjadi duta inovasi desa untuk menggali potensi, menemukan permasalahan dan mengembangkan inovasi desa.

Duta inovasi desa INAIS Bogor melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Cibitung Kulon Kecamatan Pamijahan yang terdiri dari 8 mahasiswa/I yaitu, atas nama: Riki Muhamad Akbar, M Fahrul Roji, M Fariddudin, Naura Tanzilia Mumtazah, Mia Dianita, Damayanti, Riska Puspa dan Siti Rohmah

Inovasi desa yang dikembangkan berangkat dari permasalahan yang ada di desa cibitung kulon yaitu penggunaan dan pemanfaatan sampah plastik yang menjadi salah satu permasalahan terbesar di desa cibitung kulon.

Limbah sampah plastik di buat menjadi salah satu produk yang bernilai ekonomis yaitu menjadi paving blok yang di beri nama Samblok (Sampah balok) .

Paving Blok pada umumnya di buat dari bahan pasir halus dan semen. Namun paving blok ini mengalami penambahan bahan yaitu dengan sampah plastik

Pada prinsipnya, proses pembuatan paving blok sederhana. Plastik tertolak dicacah, di campur agregat kasar dan halus dengan komposisi 2:1 lalu di cetak

Baca Juga :  Tawaran Judi Online WhatsApp Naik, Kominfo Ungkap Situasi, Pakar Sebut UU PDP Penting

Dalam satu produk paving blok yang di buat, ada 200 gr sampah plastik saset sehingga, dalam 100 buah samblok di perkirakan ada 20 kg sampah saset yang terkandung.

Kepala Desa Cibitung Kulon Jaji Suparda mengatakan, “Semoga inovasi yang di berikan oleh kkn inais atau sahid bisa mengatasi sampah yang ada di desa cibitung kulon dab mungkin program ini akan saya lanjutkan dan saya laksanakan kedepannya,” ujarnya”.

Sementara itu Ketua Kelompok Riki Muhamad Akbar menyampaikan, Inovasi ini dibuat bukan untuk saya atau kami, tapi untuk kita samua agar permasalahan yang selama ini kita rasakan bisa teratasi dan semoga inovasi ini bisa meningkatkan perekonomian di Desa Cibitung Kulon. (Her)

 

error: