Ketua Kelompok Tani Nafisa Florist Diduga Bawa Kabur Uang Bantuan dari Kementan

Kandang dibiarkan kosong melompong (Heri/detiknusantara.net)

CIANJUR – Ketua Kelompok Tani Nafisa Florist, AS, diduga membawa lari uang program Kementrian Pertanian, Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) tahun 2022 sebesar 105 juta. Praktis proyek yang berlokasi di Kampung Nagrak  Desa Kawungluwuk, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Cianjur di targetkan selesai akhir tahun ini menjadi mangkrak.

Mandor proyek, Dede Sudrajat mengaku kehilangan jejak mencari sosok Ketua kelompoknya. Lantaran dana sebesar 105 juta telah raib diambilnya dan sudah beberapa bulan belum dikembalikan.

“Dana tahap awal itu sebesar 140 juta lalu 35 juta saya pakai untuk pembuatan kandangnya. Sisanya 105 juta dibawa dia sudah lama juga dan sekarang entah kemana. Jadi kondisinya proyek itu sekarang tersendat mestinya tahap kedua atau terakhir sebesar 60 juta harusnya udah dicairkan, ” kata Dede ditemui di kediaman rumahnya. Minggu, (20/11/2022).

Ia menambahkan harusnya dana sebesar 105 juta itu bisa untuk membeli becak motor, mesin pengolahan pupuk dan sapi untuk produksi. Namun kenyataannya kandang yang sudah dibangun isinya kosong melompong.

“Anggota kelompok seluruhnya ada 10 orang tapi tak bisa berbuat banyak kalau uang program tidak ada. Sayapun hanya membangun kandang dengan asbes supaya tidak kehujanan. Bingung juga kedepannya seperti tapi sudah dilaporkan ke instansi terkait, ” imbuhnya.

Sementara itu dihubungi melalui sambungan telepon, Aji Saeful mengaku uang yang diambilnya dari program UPPO sebesar 60 juta. Namun ia tak menyebutkan keberadaannya, hanya berjanji akan mengembalikan.

“Saya berupaya mengembalikan uang itu sebesar 60 juta yang terpakai. Semoga saja secepatnya selesai dan proyeknya akan berlanjut kalau sekarang baru kandang saja yang sudah dikerjakan,” dalihnya. (Her)

error: