Duh, Gegara Regrouping Murid SDN Gesikan ‘Tak Punya Guru’

SDN Gesikan
Murid SDN Gesikan terpaksa belajar tanpa guru akibat kebijakan regrouping (Alex S/detiknusantara)

PURWOREJO – Kebijakan Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo (Diknas) dengan memutasi dan menggabung (regrouping) sekolah SD N Gesikan, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo berakibat siswa SD N Gesikan tidak bisa belajar dan menjadi korban kebijakan pemerintah daerah, sehingga tidak bisa belajar karena tidak ada gurunya dan terkesan ditelantarkan.

Tercatat ada sekitar 39 sekolah SDN
di Kabupaten Purworejo yang akan di regrouping dan salah satunya adalah SDN Gesikan di Kecamatan Kemiri Kabupaten Purworejo

Orang tua serta murid merasa sangat kecewa dengan adanya keputusan regroping sekolah dasar negeri yang terjadi di SDN Gesikan.

Murid SDN Gesikan korban regrouping dan mutasi guru-gurunya kini terkatung katung dan tidak menerima kegiatan belajar mengajar (KBM) sebagaimana mestinya.

Di SDN Gesikan yang jumlah muridnya ada 66 orang anak hampir mayoritas belum mau dipindah ke sekolah lain.Tetapi malangnya siswa ditinggalkan begitu saja tanpa ada perhatian dari Dinas ataupun guru.

Murid SDN Gesikan ditinggalkan guru-gurunya karena dipindah ke sekolah lain. Akibatnya siswanya kini terlantar dan orang tuanya meradang dengan menggelar aksi demo, karena anaknya tidak bisa belajar akibat sekolah di tutup dan ditinggal mutasi guru-gurunya,

Setelah tanggal 31 Agustus lalu tidak ada pembelajaran karena tidak ada gurunya. Mereka terlantar dan tiap hari masuk sekolah hanya di awasi tenaga penjaga sekolah dan ibu kepala desa.

“Kalau memang tidak ada pembelajaran, dan anak kami mau diterlantarkan,terus dimana rasa tanggung jawab pemerintah kepada kami”ucap titik lestari salah satu wali murid.

Di nilai Dinas Pendidikan Kabupaten Purworejo tanpa perhitungan dan perencanaan yang tepat dan langsung memutasi dan meregrouping sekolah. Sehingga berakibat siswa SDN Gesikan terlantar karena tidak ada tenaga pengajar di sana.

Baca Juga :  2.500 Warga Jabar Sumringah Terima Sertifikat Program PTSL

“Ini salah, Diknas asal-asalan aja dalam menentukan kebijaksanan regrouping tanpa perhitungan terlebih dahulu. Pokoknya regrouping dan asal pindah guru saja,”ujar Titik, Senin (11/9/2022).

Pihaknya bersama warga dalam waktu dekat akan mendatangi Diknas, untuk mempertanyakan kebijakan regrouping yang justru menyengsarakan siswanya. ‘’Jika memang suasana semakin tidak baik kami minta guru-guru tersebut dikembalikan agar kegiatan sekolah kembali normal sebagaimana biasanya,’’ pungkasnya. (Alx)

error: