Peringkat 83 Dari 160 Negara, Kualitas Keamanan Siber Di Indonesia Dinilai Perlu Perbaikan Signifikan

Peringkat 83 Dari 160 Negara, Kualitas Keamanan Siber Di Indonesia Dinilai Perlu Perbaikan Signifikan

Jakarta – Bhima Yudhistira, Direktur Center for Economic and Legal Studies (CELIOS), mengapresiasi penyedia layanan teknologi seperti penyedia internet dan layanan aplikasi perlu terus meningkatkan keamanan sibernya.

Berdasarkan pemeringkatan National Cybersecurity Index (NCSI), Indonesia menempati urutan ke-83 dari 160 negara. Artinya, kualitas cybersecurity masih perlu ditingkatkan secara signifikan. 2022-05-14).

Menurut Bima, konsumen sensitif terhadap harga saat pertama kali mengetahui koneksi internet.

Bhima mengatakan konsumen cenderung mudah berpindah pemasok karena perbedaan harga.

“Namun, ketika konsumen menjadi lebih sadar akan privasi data pribadi mereka dan risiko peretasan atau pelanggaran data, khususnya, preferensi mereka untuk mencari layanan berkualitas akan berubah,” kata Bhima.

Menurutnya, peran pemerintah di sini penting, selain tekanan konsumen untuk memastikan kualitas layanan.

“Misalnya, jika informasi pribadi bocor atau aplikasi diretas, penyedia layanan bertanggung jawab. Ada kasus di mana jutaan data bocor dan menguap. Ini akan menjadi pelajaran penting.” katanya.

Selain keamanan data siber, kualitas kecepatan internet di Indonesia masih rendah. Menurut laporan Speedtest Global Index, layanan pengujian koneksi internet di seluruh dunia untuk September 2021, Indonesia berada di peringkat 108 dari 138 negara.

Kecepatan internet seluler Indonesia sebanding dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

Indonesia peringkat 105,01 Mbps (17), Singapura, 67,32 Mbps (36), Brunei 67,32 Mbps (36), Thailand 56,90 Mbps (49), Vietnam 43,32 Mbps (59), Filipina 35,03 Mbps (59), Masih tertinggal dari Filipina pada 35.03Mbps (ke-7). Mbps (peringkat ke-82), Laos 30.93Mbps (ke-84), Kamboja 23.75Mbps (ke-105) Indonesia, bersama dengan Laos dan Kamboja, masih tertinggal.

Tidak hanya itu, di dunia, kecepatan internet fixed broadband Indonesia lebih buruk dari koneksi internet seluler.

Saat ini, Indonesia memiliki kecepatan download internet fixed broadband rata-rata 27,83 Mbps, turun dua peringkat ke peringkat 116 dari 181 negara. Ini sedikit berbeda dengan Kamboja yang kecepatan internetnya 28,32 Mbps (115).

Indonesia masih tertinggal dari Singapura sebesar 255,83Mbps (ke-2), Thailand sebesar 225,17Mbps (ke-7), Malaysia sebesar 107,55Mbps (46), Vietnam sebesar 78,34Mbps (59), Filipina sebesar 71,85Mbps (ke-48), dan Laos. 88), Brunei Darussalam 34,59Mbps (107), Kamboja 28,32Mbps (115)

error: