Kisah Asep Ruslandi, Guru Honorer Mengajar sambil Jualan Es Jelly, Tiktuk dan Aneka Cemilan di Sekolah

Kisah Asep Ruslandi, Guru Honorer Mengajar sambil Jualan Es Jelly, Tiktuk dan Aneka Cemilan di Sekolah
Asep Ruslandi Sarhidi, guru honorer di SD Cipeuyeum 2 mengajar sambil berjualan es jelly, tiktuk dan aneka cemilan guna menopang ekonomi keluarganya (Makbuloh Taufik/detiknusantara.net)

CIANJUR – Salah seorang guru honorer sekolah dasar negeri yang bernama Asep Ruslandi Sarhidi yang beralamat di kampung Babakan Bunut RT 02 RW 07 Desa Kertajaya,  Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur yang berprofesi sebagai guru honorer Sekolah Dasar di Cipeuyeum 2 Kecamatan Haurwangi Kabupaten Cianjur yang berstatus guru honorer dan mengajar pendidikan Agama Islam yang mengajar dari kelas 1 sampai kelas 6 khusus pelajaran agama menerangkan kepada awak media detiknusantara.net, tentang profesinya sebagai guru honorer yang belum diangkat menjadi guru tetap atau P3K.

“Setiap pagi saya berangkat ke sekolah dasar paling pagi karena berdagang juga untuk menambah penghasilan yang setiap hari omsetnya sebesar Rp 30.000 perhari, lumayan untuk menambah penghasilan dapur, yaitu berjualan es kantong jelly, tiktuk, kacang pilus dan sebagainya,” katanya, Kamis (15/12/2022) pagi

Tenaga guru honorer yang gajinya Rp 500.000 perbulan yang tentunya tak cukup buat resiko rumah tangganya plus ditambah istrinya yang sama profesinya sebagai guru honorer di salah satu Madrasah Obtidaiyah yang gajinya Rp 400.000 per bulan

Kisah Asep Ruslandi, Guru Honorer Mengajar sambil Jualan Es Jelly, Tiktuk dan Aneka Cemilan di Sekolah

Asep Ruslan dikaruniai 3 orang, yang pertama masih duduk di bangku sekolah sekolah Menengah atas, yang kedua duduk disekolah dasar dan yang paling bontot masih balita yang tentunya penghasilannya gak cukup. Asep Ruslan terpaksa mengajar sambil jualan es dan kacang lumayan katanya tuk tambahan resiko dapur

Asep berharap perhatian dari pemerintah dan instansi terkait untuk diangkat menjadi guru tetap atau P3K supaya lebih fokus lagi mengajar dan keluarga lebih sejahtera lagi tuturnya

“Apabila saya diangkat menjadi guru tetap saya tidak akan berjualan es lagi ungkapnya karena pingin anak anak lebih pintar lagi khusus nya pendidikan Agama Islam dan saya akan lebih fokus lagi mengajar nya kepada anak-anak,” papar Asep Ruslan Spd.i yang kelahiran Tanggeung Cianjur Selatan ,04 Desember 1980.(42 tahun)

Baca Juga :  Pendidikan Kader Pratama PDIP Cianjur, Ini Ajakan Herman Suherman kepada Kader

Jarak dari rumrumahnya sekolah sekitar 5 km dan menggunakan kendaraan bermotor setiap paginya.

Laporan : Makbuloh Taufik.

error: