Tolak Regrouping dan Penutupan SDN Gesikan, Warga Gelar Unjukrasa

Gesikan
Sejumlah murid SDN Gesikan Purworejo (Alex S/detiknusantara)

PURWOREJO – Ratusan Warga Desa Gesikan, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, menggelar aksi unjukrasa menolak penutupan sekolah dasar setenpat. Penolakan warga dilakukan dengan melakukan aksi demo sambil membawa pamplet yang isinya menolak regroping SDN, Sabtu (10/9/2022).

Ratusan wali murid bersama seluruh warga dan lembaga desa yang ada berkumpul di lingkungan sekolah sambil membawa pamplet bertuliskan“tolak regruping SDN Gesikan”, “Kembalikan SD kami anakkami butuh sekolah” sambil duduk duduk sambil meneriakkan yel-yel penolakan.

Kepala Desa Gesikan Suryono saat ditemui media mengatakan, warga merasa kecewa dengan adanya penutupan SDN Gesikan yang dilakukan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga kabupaten Purworejo dan ingin mempertahankan keberadaan sekolah agar tidak di hapus atau regroping.

Slamet wali murid yang ikut hadir, meminta Pak Waris selaku Koodinator bidang pendidikan dan kebudayaan Kecamatan Kemiri menjelaskan tentang aturan dan prosedur regroping, sebab sosialisasi yang dilakukan dianggap belum jelas. Yang di ikuti teriakan “setuju” oleh para orang tua murid yang hadir.

Suasana yang makin memanas di kala Waris tidak diberi ruang untuk menjelaskan oleh perwakilan dari dinas.

Camat Kemiri Nurhuda mengatakan bahwa tim regrouping sekolah Kecamatan di pimpin oleh Camat sehingga yang terjadi di SD N Gesikan menjadi tanggung jawabnya.

“Tetapi semua itu sudah kami laporkan kepada kepala dinas pendidikan sehingga keputusan regrouping kewenangannya ada pada kepala dinas pendidikan kabupaten,” katanya

Dia bahkan mengatakan jika pihaknya bersama perangkat Desa dan komite sekolah belum pernah tau SK penutupan/penggabungan SDN Gesikan,” ujar Sidik Ketua BPD Gesikan.

“Pemberian SK itu dinilai sangat mengagetkan warga,lantaran warga sejak awal adanya informasi regrouping, telah menyampaikan keberatannya,” bebernya

“Sejak adanya isu rencana regrouping, warga sudah menyampaikan keberatan bahkan sudah melayangkan surat keberatannya kepada dinas agar bisa ditinjau ulang,tapi tidak di dengarkan sama sekali,” tambahnya.

Baca Juga :  Acara Harlah PPP Banten di Cilegon, Ketum PN AMK : Kami Membangun Loyalitas Kader Muda di PPP

Penolakan warga adanya penutupan SDN Gesikan dianggap cukup beralasan, lantaran SDN Gesikan jumlah muridnya 66 siswa sehingga sudah memenuhi syarat agar tidak di regroping.SD Gesikan termasuk sekolah yang berprestasi di Kecamatan Kemiri dan sekolah tertua yang ada di wilayah sekitar desa.

“Dulu warga desa Paitan,desa Kaliwatu,desa Waled,Mincip dan desa Gedong sekolahnya di sini karena memang sekolahan dulu cuma ada di sini.ujar Titik lestari salah satu warga desa Gesikan. Anak- anak disuruh pindah ke SDN Paitan, kebanyakan para orang tua keberatan,” lanjutnya

Tolak Regrouping dan Penutupan SDN Gesikan, Warga Gelar Unjukrasa

Pariyono perwakilan dari Kepala dinas pendidikan setelah acara pertemuan selesai saat dimintai keterangan awak media mengatakan bahwa saya di tugaskan oleh kepala Dinas datang ke sini untuk mengurus regroping sekolah yang belum selesai serta mengurus administrasi kepindahan siswa siswi SD Negeri Gesikan, sehingga nasib pendidikan anak anak akan terpenuhi dan dapodiknya bisa kita daftarkan kesekolah yang dituju.jelasnya Seperti kita tau bahwa SDN Gesikan telah di SK kan penutupanya oleh Bupati Purworejo sejak tanggal 31/8/2022, dan Guru gurunya pun sudah pindah yang mestinya muridnya juga sudah pindah.

Terkait dengan apa yang menjadi kemauan warga Paryono akan melaporkan ke kepala dinas dan keputusannya seperti apa paryono tidak bisa menjawab karena itu domain dinas di kabupaten pungkasnya.

Namun dari apa yang dijelaskan oleh dinas, warga belum bisa menerima dan bersikukuh tidak mau, sehingga pertemuan yang dilaksanakan belum menghasilkan titik temu atau keputusan bersama.

Rencananya wali murid bersama warga akan menghadap Bupati. Adapaun kapan waktunya belum bisa dipastikan. (Alx)

error: