Qubah Masjid Jakarta Islamic Center Terbakar dan Ambruk

Qubah Masjid Jakarta Islamic Center Terbakar dan Ambruk

Diposting pada

 

JAKARTA – Innalilahi Wa Inna ilaihi Roji’un kalimat tersebut yang wajib kita ucapkan ketika terjadi suatu musibah.

Rabu sore ini (19/10) musibah terjadi kembali di Masjid Jakarta Islamic center (JIC) setelah sebelumnya terjadi 20 Tahun silam tepatnya 03 Oktober 2002, karena dugaan kelalaian dalam proses pengelasan, hari ini Masjid Jakarta Islamic Center (JIC), yang beralamat Jl. Kramat Jaya Raya No.1, RT.6/RW.1, Tugu Utara, Kecamatan Koja, Kota Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14260, kembali terjadi kebakaran hingga menyebabkan atap atau Qubah Masjid Ambruk karena terbakar.

Adapun penyebab kebakaran berawal dari 4 orang saksi sebagai pekerja sedang melakukan renovasi atap Kubah Masjid tersebut

Renovasi tersebut menggunakan bahan Triplex yang pada saat ingin memasang triplex atap Kubah Masjid tersebut para saksi melelehkan membran (aspal gulung) untuk menempelkan bahan atap tersebut menggunakan alat bakar.

Diduga percikan dari alat bakar mengenai glasbul sampai timbulnya api, kemudian saksi berupaya memadamkan api dengan menggunakan apar namun api semakin membesar dan akhirnya Kubah Masjid Islamic keseluruhan terbakar.

Sampai saat ini sudah di kerahkan 9 Unit Damkar yang dipimpin oleh Eko Budiyanto untuk melakukan penanganan kebakaran, kerugian belum dapat di taksir.

Masjid yang didiskusikan dalam forum bersama berbagai elemen masyarakat pada tahun 2001 yang di gagas dan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso pada tahun 2001 merupakan hasil studi studi komparasi ke Islamic Centre di Mesir, Iran, Inggris, dan Perancis.

Dirancang oleh arsitek spesialis masjid Ahmad Numan atau Ir Muhammad Numan, masjid ini berdiri di atas lahan seluas 109.435 meter persegi, dengan luas bangunan masjid 2.200 meter persegi yang dapat menampung hingga 20.680 jemaah.

Baca Juga :  Diskusi Publik dan Pembekalan Calon Komentator Film G30S-PKI

Sebelumnya sekitar puluhan tahun lalu, kawasan tersebut merupakan lokalisasi Kramat Tunggak yang disebut sebagai lokalisasi terbesar di Asia Tenggara pada era 1970-1999,

Dan saat berdirinya Masjid di lokasi tersebut merupakan suatu bentuk pembuktian mahakarya keberhasilan perubahan struktur sosial di DKI Jakarta, Semoga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. (MARS)