Pengamanan KTT G20, Polwan dan Kowad Patroli dengan Mobil Listrik

 

BALI – Dalam penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali, Para kepala negara dan delegasi yang ikut KTT G20, selama di Bali menggunakan kendaraan listrik. Bahkan, aparat kepolisian yang ikut mengamankan jalannya KTT G20, dalam melakukan patroli juga disiapkan kendaraan listrik baik motor maupun mobil.

“Pengawalan dan patroli menggunakan kendaraan listrik yang dilakukan aparat tersebut untuk memastikan keamanan penyelenggaraan KTT G20,” kata Kabid Humas Polda DIY Kombes Yuliyanto, Rabu (16/11/2022) usai mendapat penjelasan Kepala DIvisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Bali.

Menurut Irjen Dedi Prasetyo seperti ditirukan oleh Kombes Yuliyanto, kendaraan listrik yang digunakan Polri untuk pengawalan hingga untuk patroli, adalah kendaraan listrik jenis Renault Twizy. Kendaraan tersebut digunakan untuk patroli mengamankan di beberapa wilayah yang menjadi venue dan tempat akomodasi para delegasi.

“Seperti dalam patroli Selasa malam kemarin, sebanyak enam mobil Renault Twizy melakukan patroli keliling kawasan Nusa Dua, Bali. Enam mobil tersebut diawaki oleh 12 anggota Polri-TNI yang semuanya adalah wanita,” tambahnya.
Para Polisi Wanita (polwan) dan Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) terlihat lihai mengendarai kendaraan yang berkapasitas dua orang.

Dalam menjalankan tugasnya, mereka berkeliling kawasan Nusa Dua untuk memastikan keamanan delegasi dan kepala negara. Dengan sirine, mereka berkeliling dan sesekali memberikan berbagai imbauan kepada masyarakat melalui pengeras suara.
“Patroli menggunakan kendaraan listrik tersebut, selain memastikan keamanan juga dilakukan guna mendukung energi ramah lingkungan,” kata Dedi.

Anggota Polwan dan Kowad melaksanakan patroli bersama, kata Dedi, sebagai wujud sinergitas TNI-Polri agar penyelenggaraan KTT G20 berjalan sukses. “Selain itu, juga sebagai wujud sinergitas TNI-Polri dalam mengamankan penyelenggaraan KTT G20,” tambahnya.

Baca Juga :  Judi Togel Beroperasi, Polres Purworejo Gercep Amankan Penjual dan Pengepul

Rencananya, patroli gabungan ini dilakukan secara berkala hingga kepala negara atau delegasi kembali ke negaranya masing-masing. Dengan pengamanan yang baik, ia menyebut akan membawa nama Indonesia menjadi harum di mata dunia.

“Kita ingin kepala negara atau delegasi merasa aman dan nyaman karena TNI-Polri selalu 24 jam melakukan pengamanan. Dengan begitu dunia tahu bahwa Indonesia mampu menyelenggarakan event internasional bisa berjalan aman dan lancar,” tandasnya. (Sub)

 

error: