Pembangunan Infrasutruktur Sebagai Bukti Fasilitas Dari Negara Untuk Kota Manado

MANADO

MANADO, Pembangunan merupakan suatu proses perubahan yang telah direncanakan secara sistematis mengarah pada kondisi yang lebih baik. Melihat pembangunan sebagai sesuatu yang direncanakan secara sistematis, menunjukkan bahwa melaksanakan pembangunan bukanlah hal yang mudah tetapi memerlukan berbagai paradigma, serta komunikasi pembangunan yang tepat.

Perlu dipahami, bahwa esensi dari pembangunan merupakan suatu proses. Jadi selama proses itu berlangsung, maka akan terjadi interaksi yang melibatkan beberapa elemen-elemen sistem sosial yang dapat memengaruhi bagaimana jalannya proses pembangunan tersebut. Maka pembangunan pada dasarnya melibatkan minimal tiga kompomen yaitu komunikator pembangunan (bisa aparat pemerintah), pesan pembangunan yang berisi ide atau program pembangunan pemerintah dan komunikan pembangunan yaitu masyarakat luas.

Kota Manado sudah memiliki rencana pembangunan yang baik. Namun beberapa di antaranya belum cukup optimal dalam mengatasi masalah utama pembangunan seperti yang dimuat media online atau di internet masalah pembangunan di bidang penataan ruang dan bidang cipta karya yang masih memiliki masalah seperti Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumompo, Kecamatan Tuminting, yang over capacity atau melebihi kapasitas daya tampung produksi sampah Kota Manado.

Juga pembangunan di bidang sumber daya air dan bidang cipta karya yang memiliki masalah, ribuan sampah plastik yang setiap hari cemari laut di sepanjang pantai Kota Manado, ternyata bukan satu-satunya persoalan tentang limbah. Dengan adanya program pembangunan umum berupa infrastruktur kota, maka hal itu termasuk dalam fasilitas Negara. Maka dari itu penulis akan meneliti mengenai pembangunan umum di Kota Manado.

Bagaimana Pembangunan di Kota Manado ??? Pembangunan pada hakekatnya merupakan suatu proses perubahan dan pertumbuhan (growth and change) dari banyak peristiwa yang sangat kompleks dan kait-mengait, yang mencakup masalah-masalah: ekonomi, kelembagaan, dan transformasi sosial, sebagaimana yang dikemukakan oleh Todaro (1981:19) dalam Koagouw dkk (2010:1).

Pembangunan infrastruktur dalam sebuah sistem menjadi penopang kegiatankegiatan yang ada dalam suatu ruang. Infrastruktur merupakan wadah sekaligus katalisator dalam sebuah pembangunan. Ketersediaan infrastruktur meningkatkan akses masyarakat terhadap sumber daya sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas yang menuju pada perkembangan ekonomi suatu kawasan atau wilayah. Oleh karenanya penting bagaimana sistem rekayasa dan manajemen infrastruktur dapat diarahkan untuk mendukung perkembangan ekonomi suatu kawasan wilayah.

Sistem rekayasa dan manajemen infrastruktur berpengaruh terhadap sistem tata guna lahan yang pada akhirnya membangun suatu kegiatan. Infrastruktur merujuk pada sistem fisik yang menyediakan transportasi, pengairan, drainase, bangunan-bangunan gedung dan fasilitas publik yang lain yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia dalam lingkup sosial dan ekonomi. Hal ini yang kemudian menjadi alasan pembangunan infrastruktur di Kota Manado.

Baca Juga :  Ribuan Nelayan di Pemalang Nganggur Tak Melaut

Pencapaian pembangunan di Kota Manado diantaranya menciptakan lingkungan perkotaan yang nyaman dan membangun identitas dan citra Kota Manado sebagai model ekowisata dunia secara kasat mata masih jauh dari yang diharapkan, jangankan mengembangkan kawasan wisata, wilayah-wilayah penting dalam kota yang seharusnya diperbaiki dan ditingkatkan fungsi dan kualitas infrastrukturnya belum juga terlihat memenuhi ekspetasi kita. Komunikasi sangat diperlukan untuk dapat mencapai setiap program-program atau rencana pembangunan pemerintah, karena komunikasi dapat dikatakan sebagai jembatan antara pemerintah dan masyarakat untuk menjalankan setiap rencana atau program pemerintah agar mendapat dukungan dan partisipasi masyarakat dalam melaksanakan rencana atau program-program pembangunan karena itu pemerintah dalam melancarkan komunikasi perlu memperhatikan komunikasi pembangunan agar dapat digunakan untuk menyampaikan pesan sehingga efek yang diharapkan itu sesuai dengan harapan. Melihat banyaknya masalah-masalah infrastruktur maka perlu adanya penanganan pemerintah yang menangani hal itu. Pemerintah atau lembaga sebagai komunikator pembangunan yang memiliki peran penting dalam kaitannya dengan keberhasilan pembangunan yang harus lebih memperhatikan masalah infrastruktur kota adalah Dinas Pekerjaan Umum Kota Manado yang saat ini memiliki andil atau peran dalam penataan atau perbaikan infrastruktur pembangunan Kota Manado.

Karena itu pemerintah secara khusus Dinas Pekerjaan Umum kota Manado yang melaksanakan pembangunan infrastruktur harus dapat memiliki perecanaan dan program-program yang matang dan terarah sehingga komunikasi dapat dilaksanakan secara sistematis. komunikasi pembangunan yang akan dilaksanakan oleh aparat pemerintah atau Dinas Pekerjaan Umum harus dapat membuat masyarakat memahami atau menerima gagasan, ide-ide, atau program-program pemerintah sehingga, komunikasi yang dijalankan menjadi efektif dan setiap program pemerintah dapat berjalan dengan baik.

Dari rangkuman tulisan ini, Kota Manado dijadikan sarana untuk pembangunan infrastruktur dikarenakan memiliki banyak sekali keluhan terutama dalam hal air dan sampah. Keluhan ini yang kemudian menjadi perhatian kusus pihak dinas setempat. Maka dari itu Kota Manado dipilih utuk difasilitasi berupa pembangunan infrastruktur.

Selain itu, seharusnya pemerintah melihat beberapa aspek lain dan sektor wisata daerah Manado juga. Agar apabila ada pembangunan, beberapa aspek tersebut juga dapat sorotan. Sorotan yang dimaksud yaitu sorotan berupa penambahan fasilitas wisata. Hal ini juga dapat memperbaiki pembangunan ekonomi daerah setempat. (tim)

 

Sumber :

Dilla, Sumadi. 2007. Komunikasi Pembangunan: Pendekatan Terpadu. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Koagouw, Ferry dkk. 2010. Komunikasi Pembangunan dan Perubahan Sosial. Manado: Bahan Ajar.

Kodoatie, R. 2003. Manajemen dan Rekayasa Infrastruktur. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.

Rogers, Everett M dan Shoemaker, F Floyd, Komunikasi Sambung Rasa, Jakarta, Pustaka Sinar Harapan : 1981.

 

Penulis :

Sony, Akbar, Firman, Andre, Ramadhan

error: