Frustasi, Lansia di Desa Brani Cilacap Nekad Gantung Diri di Tobong Bata

Frustasi, Lansia di Desa Brani Cilacap Nekad Gantung Diri di Tobong Bata
TM dibawa ke rumah duka (Dok. Pendim Clp)

CILACAP –  Seorang pria paruh baya berinisial TM (60 ), warga Jalan Rambutan No.31 Dusun Tunjungan RT 05 RW 02 Desa Brani, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap ditemukan meninggal gantung diri di tobong bata yang lokasinya tak jauh dari rumahnya, Jumat (19/08/22) pagi.

Kejadian itu mulanya diketahui oleh tiga orang saksi yaitu Aris Sugiyono (pemilik tobong bata), Ny. Tasilam dan Suliyah (anak kandung korban) yang ketiganya adalah warga Dusun Tunjungan RT 05 RW 02 Desa Brani. Seberangkatnya ke tobong bata, sekira pukul 06.40 WIB, ketiga saksi mendapati tubuh korban sudah tergantung diri dan dalam keadaan meninggal dunia.

Kejadian ini pun langsung menggemparkan keluarga korban dan warga Desa Brani yang kemudian meneruskan kepada pihak Babinsa dan Babinkamtibmas.

Menerima laporan warganya, Sertu Kajari selaku Babinsa Brani Koramil 07/Maos segera mendatangi lokasi penemuan mayat. Berdasarkan hasil penanganan di TKP, korban diketemukan gantung diri dengan menggunakan seutas tali tambang yang diikatkan di penglari tobong bata.

“Dugaan awal penyebab meninggalnya korban murni karena bunuh diri akibat korban frustasi karena menderita penyakit typus yang sudah bertahun tahun tidak sembuh-sembuh / kronis,” terang Sertu Kajari.

Hal itu dikuatkan dengan hasil pemeriksaan Tim Medis Puskesmas Sampang yang saat datang mengotopsi korban. Dari hasil pemeriksaan, korban ditemukan bekas lilitan tambang di leher korban dan tali tambang sepanjang kurang lebih 3,5 meter yang di gunakan untuk menggantung diri.

Ditemukan keluarnya air mani, korban meninggal diperkirakan lebih dari 2 jam, tidak ditemukannya tanda tanda penganiayaan, jarak gawangan tobong bata dengan tambang pada saat digunakan untuk gantung diri kurang lebih 70 cm dan jarak kaki ke tanah kurang lebih 40 cm,” Jelas Babinsa.

Baca Juga :  Pasar Mangaran Situbondo Jadi Sasaran Sosialisasi Prokes dan Tertib Lalu Lintas

Istri korban mengaku sudah mengiklaskan kematian korban, dan membuat surat pernyataan menolak untuk dilakukan proses outopsi terhadap jenazah suaminya tersebut. Atas hal itu, jenazah korban langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan hari ini juga. (PC)

error: