Fairus Nova, Pendaki asal Cilegon Kembali Taklukan Gunung Lawu

Fairus Nova, Pendaki asal Cilegon Kembali Taklukan Gunung Lawu

 

MAGETAN  — Banyak hal yang dilakukan seseorang untuk mengisi waktu luang kala hari libur. Biasanya momen tersebut dihabiskan dengan menyalurkan hobi masing-masing. Salah satu jenis hobi yang cukup digemari yaitu mendaki gunung

Perjalanan untuk menuju puncak gunung tentu bukanlah hal mudah. Dibutuhkan semangat dan kesabaran untuk mengatasi setiap rintangan di sepanjang perjalanan. Namun, jika sudah sampai puncak segala perjuangan tersebut akan terbayar berkali-kali lipat lewat keindahan alamnya.

Sabtu 17 Desember 2022, Gunung Lawu Via Cemoro Sewu yang terletak di Kec.Paulsan Kab.Magetan – Jawa tengah adalah salah satu gunung yang paling Sakral dijawa tengah dan selalu jadi bahan perbincangan bagi para pendaki dengan Keindahan nya juga. Dengan jalur dan trek yg sangat menantang tidak membuat para pendaki bosan untuk mendaki Gunung Lawu.

Guide gunung Lawu, Waryo mengungkapkan, Dengan Lintas Jalur Via Cemoro Sewu dan Via Cemoro Kandang tempuh waktu 10 jam star jam 8:30, jam 18:30 sudah tiba di BC Cemoro Kandang dan cuaca pun sangat bersahabat, saya salut sebelumnya juga tidak pernah ada lintas jalur Gunung Lawu. “Ungkap waryo /Guide.

Menambah daftar sederetan Gunung yang sudah diDaki Fairuz, Gunung Lawu adalah gunung yang ke 19 yang sudah diDaki Fairuz dalam pendakian TekTok nya.

“Gunung Lawu Memang sangat berbeda dari gunung gunung yang lain yang sudah saya daki,tambah ilmu dan wawasan dan banyak sejarah yang saya dapatkan di Gunung Lawu, “ungkap Fairuz ketika dikonfirmasi awak media.

“Bukan tentang kesombongan, tapi tentang arti sebuah proses yang tidak mudah untuk bisa mencapai puncaknya, Rasa Lelah mendaki yang kamu rasakan akan sebanding dengan inspirasi yang kamu dapatkan, karena Mendaki gunung mengajarkan kita untuk memahami dan belajar merendahkan angkuh,” lanjutnya

Baca Juga :  153 Orang Jadi Korban dalam Laga Arema FC vs Persebaya

Untuk teman-teman khususnya yang hobi mendaki, dia berpesan jangan mengambil apapun selain gambar, jangan meninggalkan apapun selain jejak, Jangan membunuh apapun selain waktu. “Salam lestari,” tandasnya. (HR)

error: