Diduga Depresi, Warga Desa Binangun Purworejo Tewas Tertabrak KA

PURWOREJO

PURWOREJO – SAK (19) warga Desa Binangun, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo, Jateng tewas setelah tertabrak kereta di jembatan kereta api Jembatan Butuh sebelah selatan, Rabu (10/08/22).

Kejadian tersebut diketahui oleh Febri Kurniawan saat berdinas di Stasiun Butuh yang mendapat laporan dari Masinis KA Sawunggalih bahwa ada seorang laki-laki tertabrak kereta api.

Mendapat laporan tersebut, Febri langsung melakukan pengecekan ke lokasi menemukan dan seorang laki-laki tertabrak kereta api.

Korban tertabrak Kereta Api tersebut dengan ciri-ciri menggunakan kaos, celana kolor hitam serta meninggalkan sepeda ontel mini merk Phoenix.

Tidak lama berselang datang warga sekitar yang melihat tubuh korban sudah terpisah antara kaki dan sebagian tubuh sudah hancur.

Saksi Febri langsung melaporkan kejadian ke Polsek Butuh selanjutnya anggota Polsek merapat ke tempat kejadian bersama dengan INAFIS.

Setelah dilakukan pencarian tubuh korban terbagi 4 bagian dan tidak dapat dikenal. Tidak ditemukan identitas korban disekitar lokasi kejadian.

Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Tjitrowardojo Purworejo untuk dilakukan visum mayat.

Pencarian identitas korban pun dilakukan menggunakan alat MAMBIS dan orang tua korban (S) langsung diminta melakukan pengecekan.

Informasi ini dibenarkan oleh Kasat Reskrim Polres Purworejo AKP Ryan Eka Cahya SIK, MSI. Disampaikan Ryan, insiden tersebut terjadi pada pukul 14.30 WIB.

“Peristiwa tersebut terjadi di jembatan perlintasan kereta api Butuh Km 472 +8/9 Desa Butuh RT 002 RW 008 Kecamatan Butuh Kabupaten Purworejo” kata Ryan saat dikonfirmasi

Ryan menuturkan, berdasakan informasi yang telah dikumpulkan, korban, yang berprofesi sebagai pelajar itu, merupakan warga desa Binangun RT 002 RW 001 Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo.

Selain itu, lanjut Ryan, pihaknya juga sudah berkoordinasi untuk mengetahui dan menemukan keluarga korban. Selanjutnya bersama dengan orang tua korban melakukan pengecekan ciri – ciri fisik dan pakaian yang di kenakan korban dan meyakinkan bahwa korban adalah anak kandung dari ibu S.

Baca Juga :  Ampera Tanyakan Perkembangan Kasus Dugaan Pungli BPNT

Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, korban selama ini mengalami depresi atau gangguan kejiwaan. (Alx)

error: