Demi Setia Kawan, Pria asal Semarang Mendekam Dibalik Tahanan

Demi Setia Kawan, Pria asal Semarang Mendekam Dibalik Tahanan
AJ, terduga pelaku (Ist)

SEMARANG – Demi rasa setia kawan seorang pemuda asal Semarang mendekam di tahanan. Pemuda berinisial AJ (25) warga Kota Semarang ditangkap polisi lantaran membela temanya yang cekcok dengan pegawai karaoke di Bandungan.

AJ(25) melakukan penganiayaan kepada seorang pegawai tempat karaoke di Bandungan, Kabupaten Semarang dengan menggunakan clurit.Aksi AJ itu dilakukan saat ia dalam pengaruh minuman keras.

Kapolsek Bandungan Iptu Rambe mengatakan kejadian ini bermula saat AJ bersama rekannya FR (31) pergi ke sebuah tempat karaoke di daerah Bandungan pada Selasa (31/12/2022) dini hari. Namun di tempat itu FR justru terlibat adu mulut dengan pegawai karaoke tersebut.

“Sekitar jam 03.00 WIB AJ (25) dan FR (31) pergi ke karaoke. Setelah selesai karaoke FR terlibat cekcok dengan korban yang berstatus pegawai karaoke,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (4/1/2023).

AJ yang tak terima rekannya terlibat cekcok itu kemudian kembali ke kos FR di daerah Bandungan. AJ lalu mengambil sebilah celurit dan kembali ke tempat karaoke.

“Sesampainya di karaoke terjadi keributan kembali dan tersangka menganiaya korban dengan menggunakan celurit. Tersangka membela rekannya yang cekcok dengan korban,” jelasnya.

Usai menganiaya korban, AJ lalu melarikan diri. Korban lantas melaporkan kejadian tersebut ke polisi. AJ berhasil diamankan di Pasar Babadan tak lama setelah kejadian.

“Setelah dianiaya, rekan korban mengejar tersangka bersama rekannya yang kabur ke arah Lemah Abang Bergas namun tidak ditemukan.

Dalam kurun waktu empat jam tersangka berhasil kita amankan di daerah Pasar Babadan Ungaran,” sebutnya.

Kepada polisi, tersangka mengakui segala perbuatannya. Ia mengaku tindakannya itu didasari oleh rasa setia kawan. AJ juga mengaku sedang mabuk saat itu.

Baca Juga :  Satpol PP Pemalang Galang Dana untuk Korban Dampak Air Rob Ulujami

“Tersangka dijerat dengan Pasal 351 ayat 2 KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara,” imbuh Rambe. (Ag’s)

error: